Sabtu, 16 Maret 2013

karya sastra Bafana dewa (VII)



.= UJUNG PERJALANAN =

Ketika bimbang menjegal perjalanan
mencabik peta asa yang tergambar
arah rancu di setiap persimpangan
samarkan warna sosok paruh baya
bersenggama dengan nestapa
menyetubuhi belenggu waktu
bersimpuh di paruh usia..

Tak mampu kuberi makna
pada raga yang tertitip di jagat raya
pada jiwa yang merebah di tanah basah
pada hati yang tak bisa lepas dari gelisah
pada keyakinan yang perlahan musnah
di sisa sisa cumbu dosa..

Buat apa adaku..?
sementara bumi tak mengamini
langit tak memberi janji
pada hujan kusembunyikan isak
pada sehelai kertas buram
kucoret sebait sesal
dari kecewa masa silam

lalu, mampukah..?
aku bersujud sampai jidat menghitam
membungkuk sampai bongkok
menghitung butiran tasbih
bersimpuh di setiap ujung malam
bersila hingga di ambang fajar
sementara taqwaku teramat sederhana..

atau, sudahlah...
gali saja tanah itu
biarkan ku terbaring bersama cacing
terbenam di ujung perjalanan
terlelap sampai akhir
karena...
itu adalah tujuan...

bogor, 03/12/2012
~ Bafana Dewa ~



Karya sastra Bafana Dewa (VII)



.= UJUNG PERJALANAN =

Ketika bimbang menjegal perjalanan
mencabik peta asa yang tergambar
arah rancu di setiap persimpangan
samarkan warna sosok paruh baya
bersenggama dengan nestapa
menyetubuhi belenggu waktu
bersimpuh di paruh usia..

Tak mampu kuberi makna
pada raga yang tertitip di jagat raya
pada jiwa yang merebah di tanah basah
pada hati yang tak bisa lepas dari gelisah
pada keyakinan yang perlahan musnah
di sisa sisa cumbu dosa..

Buat apa adaku..?
sementara bumi tak mengamini
langit tak memberi janji
pada hujan kusembunyikan isak
pada sehelai kertas buram
kucoret sebait sesal
dari kecewa masa silam

lalu, mampukah..?
aku bersujud sampai jidat menghitam
membungkuk sampai bongkok
menghitung butiran tasbih
bersimpuh di setiap ujung malam
bersila hingga di ambang fajar
sementara taqwaku teramat sederhana..

atau, sudahlah...
gali saja tanah itu
biarkan ku terbaring bersama cacing
terbenam di ujung perjalanan
terlelap sampai akhir
karena...
itu adalah tujuan...

bogor, 03/12/2012
~ Bafana Dewa ~



Karya sastra Bafana Dewa (VI)



. === PUNTUNG ROKO ===

Puntung roko berserakan
mencari asbak yang menghilang
tong sampah dibiarkan kosong
jadi tong kosong berbunyi nyaring..

Negriku indah bagaikan tong sampah
negriku megah bak rumah kardus tak berkaca
subur makmur..? itu mah nama toko beras di pasar
patok harga, monopoli para kurcaci..

Puntung roko masih berserakan
ditendang asbak atas perintah tong sampah
tong sampah tetap kosong
jadi tong kosong tempat para tikus berdiskusi

puntung roko memang sampah
sampah yang merindu rumah
sampah yang mencari nafkah
sampah yang diabaikan tong sampah...

sebuah puisi sederhana..
dari puntung roko pada tong sampah..

Bogor 01122012
~ Bafana Dewa ~

Karya sastra Bafana Dewa (V)



== DOA SANG DEWA KECILKU ==

Tuhan..
apa kabarmu hari ini.. semoga Kau baik baik saja
tetap menatap hati menampung semua do'a
dari batin batin kecil yang menengadahkan tangan
dalam gemercik merdu gerimis dipenghujung senja

Tuhan....
temani aku bermain hujan
menari, berlari, memutar lalu menengadah
saksikan kucuran anugrah yang Kau curah
suburkan seisi penghuni bumi
dalam lantunan syukur dari mulut mungil
membasah tanpa resah

Ajari aku bermain bola
menggiring, menggocek, membagi lalu menendang
agar aku faham arti kebersamaan
hingga sampai di tujuan
tanpa kesakitan , tanpa dendam

Ajari aku bertinju
kan kutampar zaman kutonjok waktu
biar terkapar kaku di kakiku
di jalan terangMu ingin ku taklukkan dunia

O ya, Tuhan...
ajari juga bapakku ngaji
biar dia tahu diri dan tidak lupa diri
ingatkan.. bahwa hidup akan terhenti

... menetes bulir bening di pipi
si bapak yang keras hati
lalu berbisik lirih..
terima kasih nak.....
do'amu menampar batin, membuka mata hati..

Bogor 30112012
~ Bafana Dewa ~
 

Karya sastra Bafana Dewa (IV)



== SI HEBAT ==

Aku tak sehebat kamu..
menancapkan kaki di tanah merah
tanah para leluhur berkumpul
mengumbar kedigjayaan di pesta malam
bak pangeran negri kelam
negri para penyamun bersarang

Aku tak seberuntung kamu..
bermanja manja diatas harta
mau tahta tinggal minta
bidadari kanan kiri
hasrat tersaji dalam secawan arak
mabuk, mengeruk nafsu mengumbar angkara

Aku tak sepintar kamu..
bermain kata diatas fakta
layaknya kuas diatas kanvas
merubah hitam jadi putih, putih jadi hitam
menendang musuh sampai ke jurang
menusuk kawan dari belakang
dunia tergenggam diatas bumi yg berdarah

Memang..Aku tak sehebat kamu..
aku tak seberuntung kamu..
aku tak sepintar kamu..
tapi.. aku tak mau seperti kamu..!!
karena kamu..
AKU SEPERTI INI....!!!

BOGOR 01122012
~ bafana dewa ~

Karya sastra Bafana Dewa (III)



.== TIMPANG ==

Pembiaran menjadi sebuah pembodohan..
memporak porandakan sistem pembelajaran..
para pengajar terkotak kotak dalam aturan
status membedakan jatah bulanan
honorer, tidak tetap, tetap berpangkat
kecemburuan sosial terangkat
terbelenggu ketimpangan baku

anak murid berbekal kayu dan batu
untuk ramaikan pesta jalanan
bukan untuk dijadikan tanaman
kolam susu menjadikan lautan nafsu
terbungkus baju putih biru putih abu abu
perlambang intelektualitas semu..

Biaya pendidikan sama mahalnya dengan harga emas batangan
investasi emas menjanjikan..
investasi pendidikan.......???????
menjadi sampah yg berserakan, berceceran..
di jalanan,
di pasar pasar,
di terminal ..
di club malam..
bahkan di rumah sakit jiwa..

Hhhh...( menghela nafas panjang..)
anakku belum bayar iuran.....

#BD#