Goresan AirmataJiwa Tersiksa
Seperti Bintang retak pecah diantara malam..
Tertimbun cahaya rembulan di dekap sunyinya awan hitam mengkelam
Saat pelangi mencair
Seperti Bintang retak pecah diantara malam..
Tertimbun cahaya rembulan di dekap sunyinya awan hitam mengkelam
Saat pelangi mencair
Goreskan tinta darah airmata jiwa
tersiksa..
Aksara Pelangi Nyanyian Jiwa
Aksara kian hambar pudar perlahan mati
Hilang makna terlunta dalam kata
Binar memang pahatan terlukis sendu
Hanya berkaca pada malam tepiskan resah menggeliati segala asa...
Terlelap di alam fatamorgana ilusi maya..
Begtu nyata dalam rasa meski terurai tiada makna...
Aku....
Pelangi yang memudar kini redup di kegelapan
Tiada lagi cahaya itu menerangi
Tlah Tenggelam di ujung senja
Sirna bentangkan sunyi
Sisakan jiwa hitam raga putih terbelah diantara malam
Sendiri menyepi hampa dikeheningan....
Nyanyian itu kini trasa pilu menyapa jiwa
Sesak penuh duka lara bunga hitam kematian
Mengalun manja bertahtakan airmata jiwa menetes dalam hati
Tergores amarah patahnya keyakinan
Lampus...
Saat terakhir napas terhenti...
Lalu tertunduk menatap kosog lapuknya nurani tak berarti . .
Jiwa tiada dalam raga berdetak mati pada hati berlumur dosa
Saat kisah tertinggal terhempas waktu
Melantunkan nada yang hampa menjerat di ketiadaan
Kini tinggallah aku terjebak diantara ketidakberdayaan...
Biarkanlah kuterlelap abadi dalam sunyi.....
Aksara Pelangi Nyanyian Jiwa
Aksara kian hambar pudar perlahan mati
Hilang makna terlunta dalam kata
Binar memang pahatan terlukis sendu
Hanya berkaca pada malam tepiskan resah menggeliati segala asa...
Terlelap di alam fatamorgana ilusi maya..
Begtu nyata dalam rasa meski terurai tiada makna...
Aku....
Pelangi yang memudar kini redup di kegelapan
Tiada lagi cahaya itu menerangi
Tlah Tenggelam di ujung senja
Sirna bentangkan sunyi
Sisakan jiwa hitam raga putih terbelah diantara malam
Sendiri menyepi hampa dikeheningan....
Nyanyian itu kini trasa pilu menyapa jiwa
Sesak penuh duka lara bunga hitam kematian
Mengalun manja bertahtakan airmata jiwa menetes dalam hati
Tergores amarah patahnya keyakinan
Lampus...
Saat terakhir napas terhenti...
Lalu tertunduk menatap kosog lapuknya nurani tak berarti . .
Jiwa tiada dalam raga berdetak mati pada hati berlumur dosa
Saat kisah tertinggal terhempas waktu
Melantunkan nada yang hampa menjerat di ketiadaan
Kini tinggallah aku terjebak diantara ketidakberdayaan...
Biarkanlah kuterlelap abadi dalam sunyi.....
Oleh ;dika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar