Sabtu, 16 Maret 2013

Karya sastra Aksara Pelangi Nyanyian Jiwa (IV)



Peradilan Suci

Terlihat bayangan silam menyelimuti kegelapan
Hinggap menyapa di setiap mimpi buruk
Saat hitamnya dunia sesatkan nafsu
Gambaran kehidupan penuh
hampa insan yang ternoda

Tersayat napasku di alam hayalan
Resah hati hampa jiwa melingkari mimpi semu
Menghilang dipekat malam tenggelam pada angan
Terlelap menanti dikesunyian yang abadi . . .

Sepenggal kisah kini terlupa
Terkubur di alam waktu yang membeku . .
Terkapar .. terbungkam pada ruang gelap jiwa ini
Terhempas semua hilang dterjang ketiadaan hampa diri

Saat Lamunan bentangkan hitamnya mimpi
Jasadku tersadar diantara dosa kehidupan
Peradilan suci menanti pasti ...

Tanpa cahaya terbelenggu kupijakan kaki
Melangkah dalam suara jeritan jiwa tersiksa
Masih berbisik nurani memahat mati
Menanti setitik cahaya kehidupan yang tlah
sirna tak kunjung tiba
Kini di ujung senja kutiada dalam tangisan . . .
Hati & jiwa sekarat di alam raga..
Menghempas napas Shirothol Mustaqiem .

1 komentar: