Sabtu, 16 Maret 2013

Karya sastra Aksara Pelangi Nyanyian Jiwa (I)



Renungan Jiwa Tersiksa

Gelap smakin mesra cumbui jiwa yang hampa
Oase dibalik noktah, satu takdir kehidupan
Raga smakin rapuh melepuh diterkam masa
Entah di mana saat jiwa terlelap hilang terlupa terkubur sunyi
Sucinya kehidupan tercipta kini hitam ternodai
Akan angkuhnya sukma terlilit nyata ilusi alam fana
Nurani yang tersisa kini tenggelam menghitam dalam kelam

Tiada yang abadi saat raga merengkuh bumi
Indahnya fana berujung pada sunyi diantara gelap & cahaya
Nama kan tinggalkan raga pudar bersama ingatan yang terlupa
Takdir diri merengkuh segala misteri Ilahi
Akankah kutemukan makna jiwa dalam raga . . ?? . .

Diam bersama sepi kuterhening menyepi
diri
Akankah berakhir tak berarti saat hembus napas terhenti
Rasa seakan mati semakin hambar tak bertepi
Aku tertatih menjelang hilang mendekap keabadian
Hitam putih kehidupan yang enggan kujelang...

Angan menerawang jauh menembus cakrawala hati
Impian yang tertunda tlah pudar tak terwujud..
Retak diantara harapan yang sirna
Mati terluka menggenggam duka
Airmata Jiwa tersiksa
Tertambat pada sunyi menepi d ujung sepi
Aku tertunduk tanpa hati tersendu menatap hampa

Jika detak waktu terhenti, alam pun kan sirna
Isyaratkan keabadian menembus sukma
Walau hati kian geram
menghimpit naluri
Aku tetap di sini menunggu hati atau mati...

Tikam aku saat terlelap
Egomu rasuki hamparan cerita jiwa
Raga hanya tertunduk memeluk diri
Saat kaki tak mampu lagi melangkah menggapai cahaya
Inilah kehidupan terisolasi di sudut sepi
Kan lampus sirna seketika menghujat bumi
Sucikan diri tak mampu abadi
Akulah ketiadaan makna yang kan terlupa

Oleh : Dika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar